Tuesday, September 18, 2007

META MODEL



META MODEL




Dalam tulisan berikut ini saya akan mencoba menjelaskan dengan bahasa saya sendiri mengenai meta model, bagi yang lebih memahami dengan senang hati dapat memberikan masukan ataupun koreksi.






Meta Model merupakan bentuk komunikasi yang diciptakan dalam NLP. Disebut dengan Meta Model karena model atau acuan yang dipakai dianggap beyond atau diatas segala model komunikasi yang sudah pernah ada. Dengan menggunakan Meta Model akan sangat membantu terciptanya suatu komunikasi yang sangat efektif sehingga menghasilkan pemahaman 100%.






Menurut survey yang dilakukan oleh sebuah lembaga komunikasi di Amerika disebutkan bahwa dalam sebuah komunikasi (percakapan) orang bisa memahami orang lain hanya mencapai 2%. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena dalam sebuah komunikasi orang cenderung hanya menyampaikan bagian permukaannya saja (surface structure) sementara banyak bagian lain yang seharusnya disampaikan tetap dipendam (deep structure). Sebagai contoh:






Dalam sebuah pertemuan A bertanya kepada B sebagai berikut:


A : Bagaimana konser tadi malam?


B : Luar Biasa!






Dari contoh diatas, apakah menurut Anda A mengerti jawaban dari B? Bisa jadi A malah bingung, apanya yang luar biasa? Penontonnya, suasananya, aksi panggungnya, penyanyinya, atau......




Ya, seperti itulah yang terjadi dalam percakapan sehari-hari. Dalam meta model komunikasi akan berjalan dengan saling memahami 100% karena informasi yang sebenarnya akan muncul. Ada 3 jenis meta model untuk menggali (melakukan challenge) Deep Structure :




1. Deletion




Penghapusan bagian tertentu dalam sebuah komunikasi.






  • Comparative Deletion (Pembuangan Pembanding), contoh :


- Saya ingin lebih sukses. - Challenge: Dibanding siapa?





  • Unspecified Noun / Refferential Index (Kata Benda yang tidak spesifik), contoh :


- Produk itu bagus sekali. - Challenge: Produk yang mana?





  • Unspecified Verb (Kata Kerja yang tidak spesifik), contoh :


- Ani berbicara kepada saya. - Challenge: Secara khusus, bagaimana ia berbicara?





  • Simple Deletion (Pembuangan yang disederhanakan), contoh :


- Saya pergi. - Challenge: Kemana?



- Saya harus. - Challenge: Harus apa?



2. Generalizations (Menyamaratakan suatu konteks dalam sebuah komunikasi)





  • Universal Quantifier (Beberapa kejadian yang dianggap memiliki satu kejadian), contoh :


- Bos saya tidak pernah puas. - Challenge: Tidak pernah?



3. Distortions ( (Penyimpangan informasi dalam suatu komunikasi)





  • Cause & Effect (Sebab & Akibat), contoh :


- Anda membuat saya marah. - Challenge: Secara khusus, bagaimana saya membuat Anda marah?





  • Mind Reading (Membaca Pikiran), contoh :


- Saya tahu dia menyukai produk ini. - Challenge: Bagaimana Anda tahu?





  • Lost Performer (Kehilangan Pelaku/belum jelas sumbernya), contoh :


- Ia kaya. - Challenge: Menurut siapa?



Catatan : Challenge (Menggali Deep Structure) harus dilakukan sesuai dengan tujuan dan pacing yang sifatnya informal.



Dalam komunikasi terdapat kata-kata yang tidak dapat dipercaya yaitu : Setiap saat, tidak pernah, selalu, dan dari dulu sampai sekarang. Contoh :



Saya tidak pernah terlambat bangun pagi.



Tidak pernah?......Pasti dalam suatu kurun waktu tertentu seseorang akan mengalami bangun kesiangan atau mungkin bangun terlambat 1 menit atau 5 menit.



Manfaat meta model bisa dipergunakan untuk :



1. Info gathering (Fact Finding dalam istilah Marketing)



2. Presentation (Presentasi secara efektif dan efisien)



........



Tetap SEMANGAT & SUKSES!



EdySantoso



(Trainer&Motivator)



No comments: