Tuesday, September 18, 2007

META MODEL



META MODEL




Dalam tulisan berikut ini saya akan mencoba menjelaskan dengan bahasa saya sendiri mengenai meta model, bagi yang lebih memahami dengan senang hati dapat memberikan masukan ataupun koreksi.






Meta Model merupakan bentuk komunikasi yang diciptakan dalam NLP. Disebut dengan Meta Model karena model atau acuan yang dipakai dianggap beyond atau diatas segala model komunikasi yang sudah pernah ada. Dengan menggunakan Meta Model akan sangat membantu terciptanya suatu komunikasi yang sangat efektif sehingga menghasilkan pemahaman 100%.






Menurut survey yang dilakukan oleh sebuah lembaga komunikasi di Amerika disebutkan bahwa dalam sebuah komunikasi (percakapan) orang bisa memahami orang lain hanya mencapai 2%. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena dalam sebuah komunikasi orang cenderung hanya menyampaikan bagian permukaannya saja (surface structure) sementara banyak bagian lain yang seharusnya disampaikan tetap dipendam (deep structure). Sebagai contoh:






Dalam sebuah pertemuan A bertanya kepada B sebagai berikut:


A : Bagaimana konser tadi malam?


B : Luar Biasa!






Dari contoh diatas, apakah menurut Anda A mengerti jawaban dari B? Bisa jadi A malah bingung, apanya yang luar biasa? Penontonnya, suasananya, aksi panggungnya, penyanyinya, atau......




Ya, seperti itulah yang terjadi dalam percakapan sehari-hari. Dalam meta model komunikasi akan berjalan dengan saling memahami 100% karena informasi yang sebenarnya akan muncul. Ada 3 jenis meta model untuk menggali (melakukan challenge) Deep Structure :




1. Deletion




Penghapusan bagian tertentu dalam sebuah komunikasi.






  • Comparative Deletion (Pembuangan Pembanding), contoh :


- Saya ingin lebih sukses. - Challenge: Dibanding siapa?





  • Unspecified Noun / Refferential Index (Kata Benda yang tidak spesifik), contoh :


- Produk itu bagus sekali. - Challenge: Produk yang mana?





  • Unspecified Verb (Kata Kerja yang tidak spesifik), contoh :


- Ani berbicara kepada saya. - Challenge: Secara khusus, bagaimana ia berbicara?





  • Simple Deletion (Pembuangan yang disederhanakan), contoh :


- Saya pergi. - Challenge: Kemana?



- Saya harus. - Challenge: Harus apa?



2. Generalizations (Menyamaratakan suatu konteks dalam sebuah komunikasi)





  • Universal Quantifier (Beberapa kejadian yang dianggap memiliki satu kejadian), contoh :


- Bos saya tidak pernah puas. - Challenge: Tidak pernah?



3. Distortions ( (Penyimpangan informasi dalam suatu komunikasi)





  • Cause & Effect (Sebab & Akibat), contoh :


- Anda membuat saya marah. - Challenge: Secara khusus, bagaimana saya membuat Anda marah?





  • Mind Reading (Membaca Pikiran), contoh :


- Saya tahu dia menyukai produk ini. - Challenge: Bagaimana Anda tahu?





  • Lost Performer (Kehilangan Pelaku/belum jelas sumbernya), contoh :


- Ia kaya. - Challenge: Menurut siapa?



Catatan : Challenge (Menggali Deep Structure) harus dilakukan sesuai dengan tujuan dan pacing yang sifatnya informal.



Dalam komunikasi terdapat kata-kata yang tidak dapat dipercaya yaitu : Setiap saat, tidak pernah, selalu, dan dari dulu sampai sekarang. Contoh :



Saya tidak pernah terlambat bangun pagi.



Tidak pernah?......Pasti dalam suatu kurun waktu tertentu seseorang akan mengalami bangun kesiangan atau mungkin bangun terlambat 1 menit atau 5 menit.



Manfaat meta model bisa dipergunakan untuk :



1. Info gathering (Fact Finding dalam istilah Marketing)



2. Presentation (Presentasi secara efektif dan efisien)



........



Tetap SEMANGAT & SUKSES!



EdySantoso



(Trainer&Motivator)



Monday, September 17, 2007

Up Coming Event : SELF-HYPNOSIS POWER (Basic)

Eagle'sSpirit
bekerja sama dengan
PT. MAXIMA KREASI PERDANA
presents
1 Day Powerful Workshop
"SELF-HYPNOSIS POWER"
(Basic)

  • Apa yang Anda ketahui tentang Hipnotis?
  • Apakah Anda takut begitu mendengar kata Hipnotis?
  • Apakah pandangan Anda sama dengan sebagian besar masyarakat bahwa Hipnotis itu jahat?
  • Apakah Anda pernah mendengar saudara atau rekan Anda terkena hipnotis, atau mungkin Anda sendiri pernah menjadi korban hipnotis?
  • Apakah Anda berpikir bahwa Hipnotis selain jahat juga hanya untuk pertunjukan dengan meminta orang lain melakukan hal yang konyol/lucu seperti di televisi?
  • Pernahkah Anda mendengar bahwa Hipnotis sebenarnya sangat bermanfaat dan POSITIF?

Apabila sebagian besar jawaban Anda YA, maka Anda WAJIB HADIR dalam workshop ini :

'SELF-HYPNOSIS POWER"

(Basic)

HOTEL AMBHARA - JAKARTA

16 November 2007, 09.00 - 17.00 WIB

BENEFITS YANG AKAN ANDA PEROLEH :

  • Mengetahui & Memahami Dasar-dasar Hipnotis
  • Mampu menggunakan teknik-teknik dasar hipnotis
  • Meningkatkan rasa percaya diri
  • Mampu menghindari orang yang menyalahgunakan hipnotis untuk kejahatan (Meningkatkan kepekaan diri).
  • Meningkatkan kemampuan konsentrasi (fokus).
  • Mampu berkomunikasi dengan alam bawah sadar (subsconcious mind)
  • Mampu melakukan penyembuhan diri terhadap penyakit ringan.
  • Mampu merubah kebiasaan buruk (contoh : merokok)
  • Meningkatkan produktifitas Anda (bisnis, penjualan, lobbying, dsb)
  • Dan masih banyak lagi manfaat yang bisa Anda peroleh.

METODE : 30% TEORI ..... 70% PRAKTEK

INVESTASI :

Hanya Rp. 650.000,- per orang

Earlybird* : Rp. 500.000,- per orang

*Bagi yang melakukan pembayaran paling lambat tanggal 9 November 2007.

Pembayaran dapat ditransfer ke rekening :

Bank Mandiri cab. Iskandarsyah no. 126-0002101219 a/n. Edy Santoso

atau

Bank BCA cab. Matraman no. 342 222 3468 a/n. Chrisanto Tri Anggoro

Informasi & Pendaftaran :
Eagle'sSpirit
- PT. MAXIMA KREASI PERDANA
Hub. Chris : (021) - 7101 9979, 0816 757213

TRAINER :

EDY SANTOSO K.S.

Direktur EAGLE’S SPIRIT Training & Development, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pelatihan dan pengembangan SDM di Jakarta. Seorang Trainer dan Motivator muda yang enerjik & dinamis yang telah berpengalaman total selama 13 tahun dalam bidang Sales & Marketing, Motivation, Leadership, Managerial, Team Building, Personal Development & Neuro Linguistic Programming (NLP).
Posted by NLP for LIFE at 11:32 AM 0 comments Links to this

Friday, September 14, 2007

6 Langkah REFRAMING

REFRAMING selain dilakukan untuk merubah kejadian/perilaku orang lain melalui perubahan sudut pandang, juga bisa dilakukan untuk merubah perilaku/kejadian terhadap diri kita sendiri (baca: SELF REFRAMING).
Untuk bisa melakukan SELF REFRAMING, diperlukan latihan dan akan lebih baik lagi jika dilakukan bersama dengan orang yang telah mengerti mengenai Self Hypnosis/Hypnotherapy.
Berikut ini adalah 6 Langkah SELF REFRAMING (SIX STEPS REFRAMING) :
(Bacanya pelan-pelan aje ye, sambil ngopi or ngeteh, tarik napas lewat hidung dan keluarkan lewat mulut....pelan...pelan....)
1. Kenali pola atau perilaku (simptom) yang ingin Anda ubah
2. Lakukanlah komunikasi dengan bagian pikiran bawah sadar Anda yang menyebabkan perilaku itu.
Selamilah diri Anda dan tanyakan pertanyaan berikut tentang diri Anda, sambil tetap mewaspadai secara pasif untuk melacak dan memberitahukan perubahan apapun pada perasaan tubuh, bayangan penglihatan, atau bunyi yang timbul sebagai tanggapan pertanyaan Anda. Pertanyaannya adalah, "Akankah bagian diri saya yang menyebabkan perilaku X mau berkomunikasi dengan saya secara sadar?"
Kini mintalah bagian itu, sebut saja bagian X, untuk memperkuat tanda kalau ingin mengkomunikasikan ya, dan menguranginya kalau ingin mengkomunikasikan tidak. Sekarang ujilah tanggapan itu dengan meminta bagian itu mengkomunikasikan ya.....lalu tidak....sehingga Anda dapat membedakan kedua jawaban.
3. Pisahkan maksud dari perilaku.
Berterima kasihlah pada bagian itu atas kesediaannya berkomunikasi dengan Anda. Sekarang tanyakanlah kalau ia bersedia memberitahu Anda apa yang dicoba untuk melakukannya lagi bagi Anda dengan menimbulkan perilaku X. Sambil menanyakan pertanyaan itu, waspadailah kembali untuk melacak jawaban ya atau tidak. Perhatikanlah manfaat apa yang diberikan perilaku ini bagi Anda di masa lalu dan berterima kasihlah pada bagian itu untuk mempertahankan manfaat penting ini bagi Anda.
4. Ciptakan perilaku lain untuk memenuhi maksudnya.
Sekarang selamilah diri Anda dan hubungi bagian kreatif. Mintalah untuk mewujudkan tiga pilihan perilaku yang sama atau lebih baik daripada perilaku X untuk memenuhi maksud bagian yang berkomunikasi dengan kita. Mintalah bagian kreatif Anda ini untuk memberitahu Anda dengan tanda ya kalau ia telah mewujudkan ketiga perilaku baru..... Sekarang tanyakanlah pada bagian kreatif ini apakah ia mau menunjukkan pada Anda ketiga perilaku baru itu.
5. Mintalah bagian x menerima pilihan baru dan bertanggung jawab untuk mewujudkannya jika diperlukan.
Sekarang tanyakanlah pada bagian X apakah ketiga perilaku baru ini paling tidak sama efektifnya dengan perilaku X.
Sekarang tanyakan pada bagian X apakah ia mau menerima tanggung jawab mewujudkan ketiga perilaku pada keadaan yang sesuai kalau maksudnya perlu dipenuhi.
6. Lakukanlah pengujian ekologis.
Kini selamilah diri Anda dan tanyakanlah kalau ada bagian manapun yang keberatan pada persetujuan yang baru saja dilakukan atau apakah semua bagian setuju mendukung Anda. Lalu melangkahlah ke masa depan dan bayangkan suatu keadaan yang telah membangkitkan akan perilaku lama, dan pengalaman menggunakan satu dari pilihan baru Anda dan tetap mencapai manfaat yang Anda inginkan.
Masuklah ke dalam keadaan lain di masa depan yang telah akan merupakan pembangkit perilaku yang tidak dinginkan, dan pengalaman menggunakan pilihan baru Anda yang lainnya lagi.
Kalau Anda menerima tanda bahwa bagian lain keberatan pada pilihan baru ini, anda harus memulai dari awal, mengenali bagian mana yang keberatan, apa manfaatnya bagi Anda di masa lalu, dan mintalah bekerja sama dengan bagian X untuk mewujudkan pilihan baru yang akan mempertahankan manfaat yang selalu diberikannya pada Anda dan juga membicarakan mengenai dialog Anda dengan bagian tubuh sendiri, tetapi inilah dasar pola hipnotis yang telah ditemukan sangat bermanfaat oleh orang seperti Dr. Erickson, Bandler, dan Grinder.
Selamat Mencoba....
Tetap SEMANGAT & SUKSES!
EdySantoso
(Trainer&Motivator)

REFRAMING - Syarat & Cara Melakukan

Dalam artikel terdahulu saya telah menulis tentang apa itu REFRAMING dengan beberapa kisah yang menggambarkan tentang REFRAMING.
RERAMING mengajarkan kepada kita untuk melihat dan mempertimbangkan sudut pandang dari kaca mata orang lain, untuk tidak memaksakan mengukur kaki orang lain dengan sepatu kita. Dalam beberapa sesi training yang saya adakan, setelah mereka memahami tentang REFRAMING bisa mengatakan bahwa "Paling tidak nih kita jadi orang yang lebih baik dengan bisa memahami pemikiran orang lain walaupun orang lain tersebut memiliki perilaku/tindakan/kata-kata yang sama (tetap keras kepala, tetap menjengkelkan, tetap bermuka asam,dll)". Wow, betapa dunia akan menjadi DAMAI apabila kita semua memahami dan menerapkan REFRAMING dalam kehidupan kita sehari-hari.
Sebagian besar dari kita terlalu sibuk menyalahkan orang lain atas timbulnya suatu permasalahan dan menuntut agar orang lain lah yang harus berubah, orang lain lah yang harus mengerti kita. Hanya kalau kita berubah maka orang lain juga akan ikut berubah.

Akan tetapi tidak semua hal bisa kita lakukan REFRAMING.
- Syarat melakukan REFRAMING
adalah apabila kejadian atau sesuatu hal tersebut TIDAK BISA DIRUBAH, sebagai contoh ; Orang yang mengeluh karena tinggi badannya 2 meter. Terhadap orang tersebut tidak mungkin kita gergaji kakinya agar tinggi badannya menjadi 1 meter 70 cm, tetapi yang harus kita lakukan adalah mencari hal-hal positif apa yang menguntungkan orang dengan tinggi badan 2 meter, misal dalam bidang olah raga : menjadi pemain basket.
Marilah kita perhatikan sekali lagi mengenai arti dari REFRAMING sehingga kita bisa lebih mudah menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari :Upaya untuk membingkai ulang suatu kejadian, dengan mengubah sudut pandang tanpa mengubah kejadiannya itu sendiri.

- Cara melakukan REFRAMING

Ada 2 cara yang bisa dilakukan yaitu:
- CONTEXT REFRAMING : Merubah sudut pandang dengan merubah konteksnya.
Contoh :
Suatu hari ada seorang bankir yang sangat sukses dan merasa keberatan serta tertekan karena memiliki anak gadis yang sangat keras kepala sedangkan istrinya adalah seorang ibu yang penyabar dan lemah lembut dan ia menganggap bahwa sikap anak gadisnya yang keras kepala tersebut dikarenakan istrinya tidak bisa mendidik anak. Ia mendatangi seorang terapis dan mengutarakan bahwa anak gadisnya selalu membantah setiap perkataan ataupun nasehatnya (keras kepala).
Kemudian
sang terapis mulai bertanya : "Pak, apakah Bapak menjadi seorang bankir karena warisan, tiba-tiba Bapak dipanggil dan diangkat menjadi seorang Presiden Direktur?"
Bankir : "Tidak, saya memulai dengan kerja keras dari NOL BESAR".
Terapis : "Apabila Bapak menemukan suatu proses kredit yang tidak sesuai dengan prosedur dan hukum yang ada sehingga akan merugikan Bapak, apakah Bapak bersikeras menolaknya?
Bankir : "Tentu saja saya akan bersikeras dan dengan sangat tegas menolaknya?"
Terapis : "Pak, menurut saya Bapak telah memberikan bekal yang sangat berharga untuk anak
gadis Bapak berupa sikap keras kepala....Seandainya pada suatu hari ada seorang
pemuda yang berniat jahat ingin mengajak anak gadis Bapak, tetapi ia
menolak 1x,10x, 100x...Apakah Bapak tidak bersyukur memiliki seorang
anak gadis yang sangat memegang teguh prinsip norma, agama?"
BUM, si bankir langsung berubah dalam menyikapi anak gadisnya yang keras kepala. Anak gadisnya tetap keras kepala (kejadian/perilaku) tetapi sudut pandang si bankir berubah dalam melihat sikap keras kepala untuk konteks pergaulan.

- MEANING REFRAMING : Merubah sudut pandang dengan merubah artinya.
Contoh :
Dalam sebuah rumah tangga, para anggota keluarga (ayah dan anak-anak) merasa tertekan dan tidak nyaman dengan sikap sang ibu yang sangat pembersih terutama terhadap karpet besar di ruang depan. Sang ibu selalu membersihkan karpet tersebut setiap ada jejak kaki yang menempel dengan disertai omelan dan ungkapan kekesalan lainnya. Setiap ada jejak kaki di karpet ia dengan segera akan membersihkannya dan meminta agar suaminya atau anaknya melepas dulu sepatunya sebelum melewati karpet atau lewat pintu belakang saja. Suami dan anaknya sudah sering mengatakan agar membiarkan saja, memangnya jet lee bisa lewat karpet tanpa meninggalkan jejak kaki.

Akhirnya sang suami menemui seorang family terapis dan mengutarakan keberatannya tersebut. Pada hari yang telah dijanjikan sang terapis datang ke rumah dan berbicara dengan sang ibu yang sangat pembersih.
Terapis : "Ibu, tolong pejamkan mata ibu sekarang, dan Ibu bayangkan bahwa Ibu
melihat karpet ibu sangat bersih, terlihat dengan jelas bulu-bulunya dan terasa sangat
lembut, tidak ada satupun bekas jejak kaki diatas karpet Ibu.. (wajah sang ibu terlihat
cerah dengan senyum penuh kebahagiaan di bibir)"
"Karpet Ibu masih bersih, tanpa terlihat satu pun jejak kaki disana...dan itu
berarti bahwa orang-orang yang Ibu cintai tidak berada di sekitar
Ibu, itu berarti bahwa Ibu hidup sendiri...ya hanya Ibu...tidak ada
orang-orang yang Ibu cintai..." (wajah
sang ibu terlihat sedih dan meneteskan air mata)
Sang Ibu tetap pembersih, tetapi setiap ia melihat jejak kaki di karpet ia tidak lagi marah, kesal, stress dan mengomel tetapi ia justru bahagia karena itu berarti anaknya telah pulang, suaminya telah pulang dan semua orang yang ia cintai berada di dekat sang ibu.

Itulah REFRAMING, sang terapis bisa saja berusaha untuk merubah perilaku sang ibu agar tidak membersihkan karpetnya setiap ada bekas jejak kaki dan tidak mengomel (pasti tidak berhasil juga karena si suami dan anaknya telah melakukan cara itu setiap kali dan gagal. Dengan merubah arti dari jejak kaki di karpet, sang ibu tetap pembersih tetapi menjadi lebih bahagia.
REFRAMING akan membuat hidup kita jauh lebih baik, lebih bahagia, lebih tenang, terhindar dari stress, lebih bijaksana.

REFRAMING bisa kita terapkan dalam segala bidang kehidupan, dalam rumah tangga, dalam pekerjaan, dalam bisnis, dan dalam masyarakat.

Tetap SEMANGAT & SUKSES!
Edy
Santoso

(trainer&motivator)

State Of Excelence

State of Excelence?.....'wah, binatang apalagi nih!...celetuk salah satu peserta workshop NLP yang saya ikuti setahun yang lalu. State of Excelence bisa diartikan dengan kondisi terbaik/puncak. Yang akan kita bahas disini adalah 'Mungkinkah kita selalu berada dalam kondisi terbaik/puncak?'
Dari pertanyaan tersebut, akan timbul 2 jawaban/persepsi yang berbeda. Diantara kita pasti ada yang mengatakan 'Tidak mungkin'....alasannya karena kita bukan robot/mesin, melainkan manusia yang memiliki emosi/perasaan yang setiap saat dapat berubah-ubah (biasa disebut mood). Namun ada juga yang mengatakan 'Mungkin' alasannya kalau kita mau kita pasti bisa (jawaban orang-orang yang optimis). Ini yang paling saya suka dalam NLP, yaitu Tidak ada yang namanya 'salah atau benar'....semua tergantung sudut pandang masing-masing, yang menurut kita benar belum tentu menurut orang lain.
Kembali ke pertanyaan diatas, dalam NLP kita belajar untuk mengenal lebih baik dan lebih dalam mengenai cara kerja otak sehingga kita bisa selalu berada dalam kondisi terbaik/puncak. Perilaku (Behavior) seseorang apakah positif atau negatif sangat ditentukan oleh keadaan (state) yang dimiliki sebelumnya. Karena itu akan sulit merubah perilaku (Behavior) seseorang tanpa merubah terlebih dahulu keadaan (state). Misalnya ada seorang karyawan yang pada sore hari sebelumnya dimarahi oleh atasannya maka pada keesokan harinya, si karyawan kemungkinan besar akan cemberut terus di kantor atau diam dan tegang (perilaku/behavior). Kita tidak bisa hanya mengatakan 'Sudahlah....ngga usah dipikirin....namanya juga Bos'.
Untuk bisa selalu memiliki 'State of Excelence', sangat tergantung kepada diri sendiri, ya kita bisa lakukan sendiri dan harus. Kalau datangnya dari luar maka sifatnya hanya sementara. Yang harus kita lakukan adalah :
  • Melihat keadaan (State)

Apakah keadaan (State) kita dalam kondisi negatif (malas, sedih, stres, gelisah,dll) sehingga perlu dirubah ke arah positif?

  • Merubah keadaan (State)

Tentunya kalau keadaan (State) kita negatif akan sangat berpengaruh terhadap perilaku (behavior) dan otomatis terhadap semua aktifitas baik di rumah, di masyarakat maupun di kantor dan hasilnya pun pasti mengecewakan (pekerjaan berantakan dan kita di cap tidak profesional.

Ada 3 cara untuk merubah keadaan (State) menjadi lebih baik :

1. Merubah FOCUS (Internal Representation)

Yang dimaksud dengan FOCUS (Internal Representation) adalah arah pikiran kita dalam keadaan (State) tertentu. Misalnya pada saat sehari sebelumnya kita mengalami kejadian yang tidak menyenangkan (dimarahi bos, berselisih paham dengan pasangan, dll) sehingga arah pikiran (FOCUS/Internal Representation) hanya tertuju kepada permasalahan tersebut yang berkelanjutan sampai kita bangun tidur, yang kita lakukan saat bangun tidur adalah merubah arah pikiran kita kepada hal-hal yang positif dan menyenangkan, misalnya berpikir bahwa tujuan bos marah adalah untuk kebaikan dan kemajuan kita serta tidak ada yang bersifat personal, atau kita pikirkan tentang apa yang bisa kita lakukan yang terbaik sehingga akan membuktikan bahwa kita memang profesional dan kompeten.

2. Merubah Fisiologis (Body Language)

'EMOTION is created by MOTION'. Ungkapan tersebut tepat sekali untuk menjelaskan cara yang kedua ini yaitu untuk merubah keadaan (State) kita menjadi lebih baik dengan melakukan gerakan-gerakan/tindakan (Fisiologis/Body Language) tertentu. Misalnya pada saat kita sedang menangis karen suatu hal, tiba-tiba ada orang mengetuk pintu, maka untuk merubah keadaan (State) yaitu dengan menengadahkan kepala keatas beberapa detik sambil menarik napas dalam-dalam atau bisa mengusap air mata kalau memungkingkan cuci muka. Itulah yang dimaksud dengan merubah fisiologis atau body language.

3. Merubah Keduanya (FOCUS/Internal Representation dan Fisiologis/Body Language)


Akan kita bahas lebih detail pada artikel mengenai Self Hypnosis atau Anda bisa menghubungi saya melalui email : edsan2121@yahoo.com

Itulah mengapa ada orang yang sepertinya selalu berada di kondisi terbaik/puncak (memiliki State of Excelence), selalu bersemangat, selalu fit, percaya diri, positif thinking, tenang dan selalu tersenyum. Kadang-kadang kita berpikir bahwa orang tersebut tidak pernah punya masalah. Kuncinya adalah menjaga STATE OF EXCELENCE secara terus menerus.

Tetap SEMANGAT & SUKSES!

EdySantoso

(trainer&motivator)

PACING - LEADING

Suatu hari saya bertemu dengan seorang teman lama di sebuah kafe di Jakarta Selatan, ia dengan nada kesal menceritakan kepada saya bahwa bosnya sangat tidak adil dan tidak profesional serta unsur KKN nya kental. Teman ini mengatakan bahwa seharusnya yang dipromosikan untuk menggantikan posisi General Manager yang kosong adalah dia yang jauh lebih senior (5 tahun), lebih baik prestasinya, lebih disiplin, lebih loyal, dan lebih-lebih yang lain.
Tetapi ternyata yang dipromosikan adalah si Donny yang lebih dekat dengan si bos (sering main golf bareng) dan baru bekerja 2 tahun serta prestasinya tidak lebih baik dari teman saya.
  • Apakah si bos memang tidak adil, tidak profesional dan KKN?
  • Apakah keputusan yang diambil oleh si bos salah?
  • Apakah si Donny main curang, cari muka, tidak profesional?
  • Apa yang salah dengan teman saya?

Sekarang mari kita cermati bersama permasalahan diatas, kalau secara teknis dan prosedural memang seharusnya teman saya yang layak untuk dipromosikan. Tetapi ada faktor lain yang juga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pengambilan suatu keputusan yaitu KESAMAAN.

Dari kasus diatas si bos lebih memilih si Donny yang memiliki kesamaan hobby yaitu main golf daripada teman saya. Dan hal tersebut memang sangat wajar dan terjadi hampir di seluruh bidang kehidupan kita. Kita sendiri sering melakukan hal tersebut, sebagai contoh pada saat kita membeli barang dan ternyata si pedagang berbahasa jawa maka kita cenderung untuk ikut berbahasa jawa (kalau kita orang jawa juga) kalaupun bukan biasanya kita berusaha untuk ngomong jawa sebisanya, tujuannya hanya satu yaitu menciptakan kesamaan supaya diberikan harga lebih murah.

Atau misalnhya kita sedang berlibur ke Eropa dimana dalam rombongan ada orang Afrika, Amerika, Perancis, dan Malaysia. Nah, dengan siapa kita cenderung akan duduk dan berteman?. Dengan orang Malaysia tentunya, karena kesamaan rumpun dan bahasa yaitu Melayu, apakah kita salah, diskriminatif...tentu saja tidak.

Disinilah pentingnya kita melakukan PACING, yang berarti kegiatan untuk menyesuaikan atau menyamakan terhadap sesuatu. Tujuan Pacing adalah untuk menciptakan kedekatan hubungan baik yang pada akhirnya akan membangun kepercayaan (Building TRUST). Pacing seperti contoh diatas bisa diterapkan dalam seluruh bidang kehidupan. Dalam dunia kerja, seorang Atasan melakukan Pacing terhadap anak buahnya agar kebijakan yang dibuat dapat dengan senang hati dilaksanakan (menghindari konflik), sementara anak buah perlu melakukan Pacing kepada atasannya untuk menciptakan kedekatan dan kepercayaan yang akan membuka kesempatan lebih luas dalam banyak hal. Sedangkan kita perlu melakukan Pacing terhadap sesama rekan kerja untu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif serta meningkatkan dukungan dan kerja sama.

Bagi para Marketer PACING sangat diperlukan untuk mempermudah penutupan transaksi (Closing), dikarenakan dengan Pacing Pembeli akan merasa nyaman dan timbul kepercayaan sehingga secara emosional (99% keputusan membeli dibuat secara emosional) memutuskan untuk memilih kita (produk/jasa yang ditawarkan) dibanding dengan marketer lain.
Sebagai kesimpulan PACING dilakukan untuk menciptakan KEDEKATAN (RAPPORT) sehingga dengan kedekatan akan terjalin hubungan saling PERCAYA (BUILDING TRUST) yang pada akhirnya tujuan utama kita akan tercapai yaitu MENGARAHKAN (LEADING) orang lain sesuai dengan KEMAUAN kita.

Tetap SEMANGAT & SUKSES!


EdySantoso

(Trainer & Motivator)

REFRAMING - Merubah Sudut Pandang II


Seorang gadis bertanya kepada ibunya, "Bu, bagaimana sih caranya membahagiakan orang?"
Ibunya menjawab, "Nanti ibu ceritakan. Sekarang, kamu harus melakukan sesuatu untuk Ibu dulu. Kamu lihat kakek di kursi roda sana?"
"Ya," kata gadis itu.
"Dekati dan tanyakan bagaimana penyakit asmanya hari ini."
Si gadis mendatangi sang kakek yang sedang mandi matahari di kebun dan berkata, "Kakek, bagaimana penyakit asma kakek hari ini?"
"Oh, sedikit memburuk, cucuku," sahut si kakek. "Selalu berubah memburuk, apalagi karena hujan deras yang turun semalaman. Kakek jadi sulit tidur dan napas semakin sesak saja rasanya." Rasa kesakitan terpancar di wajahnya.
Si gadis kembali lagi kepada ibunya. "Kakek mengatakan memburuk dan tampaknya ia menderita. Apakah ibu mau menceritakan padaku caranya membahagiakan orang sekarang?"
"Sebentar lagi sayang, ibu janji." Ibunya berkata "Sekarang dekati kakek lagi dan tanyakan apa hal yang paling lucu yang pernah kamu lakukan ketika kamu masih kecil dulu."
Si gadis mendekati kakeknya lagi. "Kek," ia memulai, "apakah hal paling lucu yang pernah aku lakukan ketika kecil dulu, Kek?"
"Oh," si kakek tersenyum sambil mengangkat mukanya, " banyak sekali. Kakek tidak ingat semuanya. Tapi kakek pernah terpingkal-pingkal ketika kamu bermain dengan teman-temanmu di malam Natal. Kamu menumpahkan isi bedak di seluruh penjuru rumah dan menganggap itu salju. Kakek masih ingat. Karena kamu menganggapnya salju, Kakek tidak perlu membersihkannya."
Si kakek mengarahkan pandangannya ke depan, menerawang dan wajahnya berseri-seri. Lalu lanjutnya, "Suatu waktu ketika Kakek membawa kamu jalan-jalan, sepanjang jalan kamu bernyanyi sebuah lagu yang baru saja kamu dapat di sekolah. Sangat keras. Ketika berpapasan dengan seseorang. Orang itu memandang dengan muka tidak senang. Ia meminta Kakek untuk menghentikan nyanyianmu, karena dia pikir terlalu keras. Kamu menatap orang itu dan menjawab, 'Kalau kamu nggak bisa nyanyi jangan ngiri dong! Kalau kamu tidak ingin dengar nyanyianku tutup saja kupingmu. Repot amat!' Dan kamu sengaja bernyanyi semakin keras. Orang itu tersedak dan pergi ngeloyor."
Si gadis kembali lagi pada ibunya, "Ibu dengar apa yang dikatakan kakek?"
"Ya," ibunya menyahut. "Kamu membuat Kakek bahagia hanya dengan mengubah sudut pandangnya."
"Cukup satu kalimat," kata ibunya. "Ya, satu kalimat saja darimu dapat membuat orang bahagia!"
Filosofi dari cerita tersebut adalah: Betapa mudahnya seseorang membuat orang lain menjadi sedih dan sebaliknya betapa mudahnya membuat seseorang menjadi bahagia. Hanya dengan mengubah sudut pandang dan cukup dengan satu kalimat saja. Pertanyaan-pertanyaan si gadis mengubah sudut pandang sang kakek dari penyakitnya ke saat-saat bahagia ketika mengasuh cucunya, saat masih kecil.

Tetap SEMANGAT & SUKSES!

EdySantoso

(Trainer & Motivator)


(Disadur dari buku "REFRAMING (Kunci Hidup Bahagia 24 jam sehari - R.H. Wiwoho)

REFRAMING - Merubah Sudut Pandang I

Alkisah hiduplah seorang petani di sebuah perkampungan miskin. Dia dikenal sangat cekatan. Dia memiliki seekor kuda yang sangat rupawan. Semua pekerjaannya dari mulai mencari kayu di hutan, menjualnya di kota dan seluruh keperluan transportasinya menjadi sangat efisien berkat kesigapan sang kuda. Suatu hari kudanya melarikan diri dari rumahnya. Seluruh tetangganya ikut prihatin dan datang menghibur, "Tentunya kamu sedih kehilangan kudamu!"
Petani balik bertanya: "Kok kamu tahu?"
Tiga hari kemudian kudanya kembali dan membawa dua ekor kuda liar. Seluruh tetangganya ikut bergembira dan menyalaminya, "Tentunya kamu bahagia karena kudamu kembali dan membawa dua ekor kuda."
Petani balik bertanya: "Kok kamu tahu?"
Sore harinya, anak lelakinya mencoba untuk menaiki salah satu dari kuda liar itu. Kuda itu melemparkannya ke tanah dan mematahkan kakinya. Seluruh tetangganya ikut bersedih dan datang menghibur, "Tentunya kamu sedih karena anakmu patah kakinya."
Petani balik bertanya, "Kok kamu tahu!"
Beberapa hari kemudian datang serombongan tentara menjemput anaknya untuk masuk wajib militer dan ketika melihat kaki si anak patah, mereka membebaskannya dari kewajibannya. Ketika tetangganya datang memberi komentar betapa bahagianya dia, si petani tetap balik bertanya, "Kok....?"
Filosofi dari cerita tersebut adalah : Arti dari sebuah kesedihan atau kebahagiaan tergantung dari sudut pandang mana orang melihatnya. Ketika sudut pandang berubah, berubah pula artinya. Mendapat dua kuda gratis, nampaknya merupakan hal yang membahagiakan, sampai orang memandangnya dari konteks patah kaki. Patah kaki nampaknya merupakan hal yang menyedihkan, namun dalam konteks wajib militer dan perang, tiba-tiba hal itu menjadi sesuatu yang membahagiakan.........
Tetap SEMANGAT & SUKSES!
EdySantoso
(Trainer & Motivator)
(Disadur dari buku "REFRAMING-Kunci Hidup Bahagia 24 Jam Sehari - R.H. Wiwoho)

REFRAMING - Merubah Sudut Pandang

Mengubah sudut pandang atau REFRAMING adalah hal yang sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari dan bukan barang baru. Hanya masalah istilah saja yang berbeda, orang sering menyebutnya berpikir positif, ambil hikmahnya, look at the bright side, petik manfaatnya dan istilah-istilah lainnya.
Apabila kita ingin mengubah hidup kita dengan cara mengubah dunia, maka harga yang harus dibayar terlalu mahal dan membutuhkan waktu terlalu lama. Dan hasilnya juga belum tentu sesuai dengan keinginan kita. Kita tidak perlu merubah dunia untuk bisa bahagia atau lebih baik, lebih sukses, lebih kaya tetapi cukup merubah sudut pandang kita terhadap dunia. Kebahagiaan ataupun kesedihan tergantung dari sudut pandang mana kita melihat. Namun orang tidak begitu menyadari manfaat dari Reframing yang begitu dahsyat dan bisa diterapkan dalam semua segi kehidupan.
Dalam buku best seller terbaru karya Rhonda Byrne "The Secret- The Magic of Thinking Positive" mengupas tentang Rahasia terbesar dan terdahsyat yang dimiliki oleh setiap orang yaitu Pikiran. Dalam buku tersebut ada satu kalimat yang mencerminkan betapa dahsyatnya Pikiran kita 'Everything that's coming into Your Life, because You ATTRACTED them into Your Life'. Secara sederhana dapat diartikan bahwa 'Segala sesuatu yang masuk kedalam kehidupan kita disebabkan kita TARIK sendiri untuk masuk kedalam kehidupan kita.
Jadi, seperti apa kehidupan kita sekarang, dan gambaran masa depan kita merupakan hasil buah pikiran kita sendiri yang telah kita tanamkan secara terus menerus dan berulang-ulang.
Apabila kita selalu memikirkan ketakutan atau kekhwatiran maka semua ketakutan dan kekhwatiran akan kita tarik masuk dalam kehidupan kita dan kita menjadi orang yang hidup dengan penuh ketakutan dan kekhwatiran. Sebaliknya apabila kita selalu memikirkan kebahagian atau keberhasilan maka segala bentuk kebahagiaan dan keberhasilan akan kita tarik untuk masuk ke dalam kehidupan kita sehingga kita menjadi orang yang hidup dengan penuh kebahagiaan dan keberhasilan.
Disinilah Rahasia/The Secret dari orang-orang yang telah mencapai puncak Sukses. Mereka menjadi Master dari pikiran mereka sendiri. Mereka selalu mengarahkan pikiran mereka ke arah yang positif dan tidak membiarkan pikiran buruk atau negatif menyerang. Pada saat pikiran buruk atau negatif menyerang dan terjadi mereka dengan segera merubah sudut pandang mereka ke arah yang positif, dan itulah yang disebut dengan REFRAMING.
Tetap SEMANGAT & SUKSES!
EdySantoso
(Trainer & Motivator)

Apa sih NLP?

NLP pertama kali digagas oleh seorang anak muda bernama Richard Bandler di tahun 70-an yang memiliki sikap yang berbeda dengan anak muda lainnya pada masa itu; sikap ingin tahu (curiousity) yang sangat besar. Sikap ingin tahu yang besar inilah kelak yang akan membawanya ke arah penemuan yang sangat fenomenal pada masa itu. Meskipun terdaftar sebagai mahasiswa jurusan computer sience dan matematika, Bandler sangat tertarik pada hal-hal yang berhubungan dengan terapi dan psikologi. Ada sebuah pertanyaan besar yang mengganggunya pada saat itu: “Apa sebenarnya yang paling dicari orang di muka bumi ini?”
Melalui pengamatan yang sangat komprehensif dan kontemplatif, akhirnya ditemukanlah jawabannya : CHANGE. Semua orang di dunia ini ingin berubah: menjadi lebih baik, lebih sehat, lebih kaya, lebih langsing, menjadi orang tua, menjadi direktur, menjadi ulama dsb. Pendek kata, secara universal semua orang ingin “berubah” sekecil apapun dan dalam bidang apapun.
Pertanyaan kedua, kalau semua orang ingin berubah, lalu: “ Siapa orang dimuka bumi ini yang mampu mengubah orang dalam waktu yang sangat singkat?” Pertanyaan ini menggiringnya untuk bertemu dengan Fritz Perls, M.D, PhD seorang ahli Gestaalt Therapy yang sangat kondang saat itu. Kemampuan dan kecepatan Perls sebagai terapis dalam menangani kliennya sangat menakjubkan Bandler.
Pertanyaan ketiga muncul: “Apa sebenarnya perbedaan yang membuat berbeda antara orang yang luar biasa sukses dan orang yang biasa-biasa saja?” Dalam kasus ini ia mempertanyakan difference that makes difference (perbedaan yang membedakan) antara Perls dan terapis-terapis lainnya. Melalui pergumulan dengan Perls dan pengamatannya yang sangat tajam, akhirnya Bandler menemukan jawabannya: ada pola-pola (patterns) tertentu yang secara konsisten selalu dilakukan oleh orang-orang yang sukses.Bandler terus bertanya pada dirinya sendiri: “ Apakah dengan memakai pola yang sama, saya bisa menangani klien dengan hasil dan kecepatan yang sama pula?”
Setelah mencoba berkali-kali dan melakukannya pada orang yang berbeda-beda, ternyata jawabannya adalah: YA!Sangat senang dengan temuannya ini Bandler berpikir lebih jauh: “Apakah kalau saya mengajarkan pola ini kepada orang lain, kemudian orang itu menerapkannya pada klien lain, hasil dan kecepatannya akan tetap sama?” Namun, masalahnya muncul: Bandler tidak mampu membuat kodifikasi dan sistematika dari temuannya ini agar mudah disampaikan kepada orang lain. Masalah ini membawanya berjumpa dengan John Grinder, seorang doktor linguistic yang saat itu sedang mempersiapkan diri menjadi professor di University of California, Santa Cruz. Dengan pengalamannya di dunia militer serta peluangannya dengan suku-suku di pedalaman Afrika, mempelajari kebiasaan, bahasa, dan serta interaksinya, Grinder memiliki keahlian istimewa dalam mencatat dan menjabarkan perilaku manusia. Hasil kolaborasi Bandler dan Grinder ini kemudian menghasilkan sebuah MODEL yang kelak diberi nama NLP.
Dua orang ini kemudian memodel Virginia Satir, seorang legenda dalam Family Therapy. Sebagai modeler, hal yang terpenting buat mereka adalah menanyakan pertanyaan yang relevan dan mendeskripsikannya dengan baik. Meskipun teknik yang dilakukan oleh Satir dalam menangani kliennya berbeda dengan Perls, ternyata mereka tetap memiliki pola (patterns) yang sama dan hasil serta kecepatannya sama-sama menakjubkan. Secara garis besar keduanya kini punya kesimpulan: “Apa pun yang bisa dilakukan oleh orang lain dapat kita lakukan pula. Dan apa pun yang bisa kita lakukan bisa juga kita ajarkan kepada orang lain.”Dengan demikian sikap keingintahuan (curiousity) itu kini sudah bertambah dengan sikap apa saja mungkin (anything is possible).
Model ini dikembangkan dengan cara seperti ini. Hari Selasa Bandler melihat, mendengarkan dan mencatat sesi terapis yang dilakukan oleh Satir. Dengan memodel Satir, Bandler melakukannya dengan klien dan hasilnya sama baiknya dengan apa yang dilakukan oleh Satir. Pada hari Kamis, Grinder – tanpa melihat sesi Satir – menerima uraian ‘model’ Satir dari Bandler. Mereka berdua melakukan validasi dengan klien-klien yang berbeda dan mengajarkan model ini kepada orang-orang yang berbeda, namun hasilnya tetap sama baiknya.Orang ketiga yang dilakukan modelnya adalah Milton H. Erickson, M.D, PhD, seoranga yang sangat unik. Keterbatasannya sebagai pengidap polio yang lumpuh, memiliki buta warna parsial dan berbicara secara atonal (datar) tidak mengurangi kehebatannya dalam melakukan intervensi. Setiap pasien yang dating, mulai dari problem perceraian sampai dengan kanker, “disembuhkan” tanpa menyentuhnya. Milton hanya memakai satu alat: berbicara. Saking kagumnya orang, Erickson dianggap memiliki kekuatan magic dan menggunakan hipnotis sebagai sarana ‘menyembuhkan’ pasien-pasiennya.Bandler dan Grinder tetap melihat pola yang sama dalam apa yang dilakukan Erickson, meskipun tampaknya berbeda dengan Perls dan Satir. Setelah melakukan deskripsi yang intens dari ketiga model ini, mereka berdua mencoba untuk menguji model pada bidang-bidang lain di luar terapi seperti: bisnis, manajemen, penjualan, sport, pendidikan & pengajaran, rumah tangga, dokter dan lain-lainnya. Ternyata hasil model ini tetap berlaku untuk diterapkan pada bidang-bidang yang sangat luas.
Model ini berkembang dari mulut ke mulut dengan sangat cepat, sehingga menarik banyak orang untuk bergabung dengan grup diskusi yang banyak didirikan khususnya di lingkungan University of California, Santa Cruz. Pada sekitar tahun 1976, Bandler dan Grinder berdiskusi secara marathon selama hamper 36 jam untuk memberi nama pada temuan mereka ini. “Apa nama yang tepat di muka bumi yang cocok diberikan pada model ini?” Melalui perdebatan yang sengit, akhirnya mereka berdua sepakat menamakannya Neuro Linguistic Programming (NLP).
Sangat sulit untuk mendefinisikan apa itu NLP, mengingat aplikasinya yang sangat luas. NLP bukan hanya tentang psikologi, tapi juga berbicara tentang komunikasi, sibernetika, neurology, linguistic, terapi, manajemen, medis, dan cabang-cabang ilmu lain. Ada lusinan definisi tentang NLP. Ada yang menyebutnya sebagai “Modelling of Human Excellence”, “The Structure of Subjective Experience”, “Accelerated Learning”, “People Who Reads People”, dan sebagainya. Majalah bergengsi TIME memberi pengertian sebagai berikut: “NLP has untapped potential for treating individual problems…it has metamorphosed into an all-purpose self-improvement program and technology” ( Secara longgar bisa dikatakan: NLP telah berhasil menggali potensi untuk menangani berbagai masalah kehidupan…berupa program dan teknologi pengembangan pribadi yang bisa diterapkan dalam bidang apa pun).
Beberapa belas tahun kemudian NLP menyebar ke seluruh penjuru dunia, dari Amerika tempat pertama kalinya digagas menuju ke Australia, Eropa dan kini mulai masuk ke Afrika dan Asia.Ada empat arus utama (mainstreams) yang kemudian dikembangkan oleh murid-murid Bandler dan Grinder: Therapy, Sport, Education & Training, Business & Management. Mungkin salah satu murid mereka yang cukup terkenal di dunia adalah Anthony Robbins yang memiliki klien seperti Bill Clinton, Lady Di, Nelson Mandela, Mikael Gorbachev, Andre Agassi dan tokoh-tokoh dunia lainnya.
Tetap SEMANGAT & SUKSES!
EdySantoso
(Trainer & Motivator)